JellyPages.com

Kamis, 02 Oktober 2014

MANUSIA VS ROBOT

Manusia dan robot hanya memiliki sedikit perbedaan. Berikut adalah perbedaan antara manusia dengan robot :

- Robot bersifat prediktif. Artinya, sebuah robot sangat mudah diprediksikan langkahnya, karena robot bereaksi sesuai program yang telah dipasang. Jika program untuk marah karena mendapat celaan, maka robot pun akan marah saat dicela. Jika manusia bereaksi sesuai dengan stimulus yang diberikan, maka manusia tak ada bedanya dengan robot.

- Robot tidak punya inisiatif. Memang robot diciptakan mengikuti perintah dan tidak membuat inisiatif sendiri. Artinya, kalau tidak ada programnya dan tidak ada perintah menjalankannya, maka robot pun harus tunggu dan diam. Sedangkan manusia memiliki akal dan fikiran sehingga mereka dapat melakukan apapun tanpa menunggu perintah.

- Robot hanya menggunakan dan memiliki logika berdasarkan program yang diberikan. Tapi mereka takkan bisa merasakan, menggunakan afeksi atau emosinya. Inilah salah satu keunggulan manusia dibandingkan robot. Memang, saat ini ada berita perkembangan teknologi artificial intelligence (kecerdasan tiruan) yang coba meniru emosi manusia, tertawa, menangis, dll. Namun, hingga sekarang belum ada mesin yang bisa meniru kerumitan emosi manusia.

- Robot tidak punya naluri untuk merencanakan sekaligus memaknai masa depannya. Mereka tak bisa memaknai tindakannya untuk menciptakan dunia yang lebih indah, kehidupan yang lebih harmonis, dll. Sedangkan manusia mempunyai naluri sehingga mereka bisa merencanakan masa depannya dan mengarahkan kehidupannya agar kehidupannya semakin baik kedepannya.

- Robot tidak merefleksikan perilakunya dan pengalamannya di masa lalu. Ketika programnya salah, maka robot pun akan menciptakan kesalahan, tanpa ada rasa penyesalan atas kesalahan yang pernah dilakukan. Sedangkan manusia dapat menyadari perilakunya sehingga saat manusia berbuat salah mereka akan menyesali perbuatan tersebut.

- Robot pun tidak melakukan meta-kognosi atas apa yang terjadi, yakni kemampuan menarik diri, merefleksikan serta memikirkan bagaimana ucapan, sikap, serta tindakannya akan berpengaruh pada sesuatu. Jadi kalau kita terbiasa begitu saja mencetuskan kata tanpa coba memikirkan akibatnya terhadap orang lain, bisa jadi kita sudah berhati robot.

- Robot tidak diprogram untuk mempertimbangkan atau menolak perintah, apalagi memiliki etika atau moralitas. Jadi, kalau kita pun terbiasa bertindak dan selalu mengiyakan tanpa memiliki prinsip dan etika yang kita jadikan sebagai pegangan untuk menerima ataupun menolak sesuatu, maka hidup kita pun sudah layaknya seperti sebuah robot.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar